4 Jenis Manusia

Assalamu'alaikum :D

Sore-sore cerah gini enaknya nge-share beberapa ilmu yang bermanfaat, ya gak? Walaupun otak lagi stres banget mikirin UN tapi tetep aja harus semangat untuk berbagi ilmu! Itu prinsip! :p

Biar lebih sopan sekarang kita ngomong 'aku-kamu' aja *eak* (padahal sebenernya mah agak aneh juga-_-). Biasakan hidup ber-akhlak untuk menjunjung masa depan yang baik! Wkwkwk.

Oke, langsung ke topik utamanya aja ya. Barusan gue abis buka blog muslim ( http://muslim.or.id ), dan yap, itu salah satu website favorit gue. (piye toh fir, tadi katanya mau ngomong aku-kamu. Oke afwan-_-). Ada salah satu artikelnya that made me so interested to post it here. Dan yaaap! Artikelnya tentang empat jenis golongan manusia. Pasti penasaran, kan? Oke langsung aja, check this out (copasan murni :p) --->


****





Siapa di antara kita yang tidak ingin menjadi orang kaya yang bergelimang harta? Tua muda, lelaki perempuan, berkulit hitam atau putih, semuanya memiliki keinginan serupa.


Salahkah keinginan tersebut? Tidak juga! Tetapi sayangnya, banyak di antara kita lupa untuk berusaha memiliki ’pengawal’ yang membantu kita menjaga harta tersebut; agar tidak berubah menjadi petaka. Pengawal setia tersebut adalah ilmu agama.


Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menjelaskan,




“مَثَلُ هَذِهِ الْأُمَّةِ مَثَلُ أَرْبَعَةِ نَفَرٍ (1) رَجُلٌ آتَاهُ اللهُ مَالًا وَعِلْمًا، فَهُوَ يَعْمَلُ بِهِ فِي مَالِهِ يُنْفِقُهُ فِي حَقِّهِ. (2) وَرَجُلٌ آتَاهُ اللهُ عِلْمًا وَلَمْ يُؤْتِهِ مَالًا، فَهُوَ يَقُولُ: “لَوْ كَانَ لِي مِثْلُ مَالِ هَذَا؛ عَمِلْتُ فِيهِ مِثْلَ الَّذِي يَعْمَلُ”. قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “فَهُمَا فِي الْأَجْرِ سَوَاءٌ”. (3) وَرَجُلٌ آتَاهُ اللهُ مَالًا وَلَمْ يُؤْتِهِ عِلْمًا، فَهُوَ يَخْبِطُ فِيهِ يُنْفِقُهُ فِي غَيْرِ حَقِّهِ. (4) وَرَجُلٌ لَمْ يُؤْتِهِ اللهُ مَالًا وَلَا عِلْمًا، فَهُوَ يَقُولُ: “لَوْ كَانَ لِي مَالٌ مِثْلُ هَذَا؛ عَمِلْتُ فِيهِ مِثْلَ الَّذِي يَعْمَلُ”. قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “فَهُمَا فِي الْوِزْرِ سَوَاءٌ”.


”Perumpamaan umat ini bagaikan empat orang. Orang pertama: adalah seorang yang dikaruniai Allah harta dan ilmu. Dengan ilmunya ia mengatur harta sehingga bisa mengalokasikannya dengan benar. Orang kedua: adalah seorang yang dikaruniai Allah ilmu, namun tidak dikaruniai harta. Dia berkata, ”Andaikan aku memiliki harta seperti fulan (orang pertama), niscaya akan kugunakan seperti apa yang dilakukannya”. Rasulullah shallallahu ’alaihiwasallam bersabda, ”Pahala dua orang tersebut sama”.


Orang ketiga: adalah seorang yang dikaruniai Allah harta namun tidak dikaruniai ilmu. Dia bertindak asal-asalan dalam hartanya, menghamburkannya tanpa aturan. Orang keempat:seorang yang tidak dikaruniai Allah harta maupun ilmu. Ia berujar, ”Andaikan aku memiliki harta seperti fulan (orang ketiga); niscaya akan kugunakan seperti apa yang dilakukannya”. Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam berkomentar, ”Dosa keduanya sama”. (HR. Ahmad dari Abu Kabsyah al-Anmâry radhiyallahu ’anhu dan dinyatakan sahih oleh al-Albany).


Dalam hadits di atas, Nabiyullah shallallahu’alaihi wasallam menerangkan pada kita bagaimana efek dari ilmu agama terhadap sikap seseorang kepada hartanya.


Orang kaya yang berilmu, berkat bekal ilmu yang dimilikinya, ia bisa memanfaatkan hartanya untuk mengantarkan ke surga. Ini adalah orang pertama. Adapun orang yang miskin harta namun memiliki ilmu agama, diapun juga bisa memanfaatkan ilmu tersebut sebagai kendaraan untuk masuk surga. Sebab ia berpeluang meraih pahala yang sama dengan orang pertama, berkat niat baik yang ada dalam hatinya. Inilah orang kedua.


Adapun orang ketiga, adalah golongan yang malang, walaupun kelihatannya ia hidup sejahtera. Sebab ia gagal menjadikan hartanya sebagai tunggangan menuju surga. Ia serampangan dalam mengalokasikan hartanya, karena keminiman ilmu agamanya.


Yang paling naas nasibnya adalah orang keempat. Sudah miskin harta, miskin ilmu agama pula. Di dunianya ia hidup dalam kesusahan, dan kelak di akhiratnya ia sengsara masuk ke dalam neraka. Na’udzubillah min dzalik…


Nah, memilih manakah Anda? Yang penting, jangan sampai memilih menjadi orang ketiga, apalagi keempat. Minimal jadilah orang kedua. Syukur-syukur Anda bisa menjadi orang pertama. Selamat memilih.





Penulis: Ustadz Abdullah Zaen, Lc. MA.
Sumber: http://muslim.or.id






****






Nah, udah baca kan? Jadi, sekarang milih yang mana? Pasti semua orang mau yang pertama dong! Masa ada yang mau jadi orang ketiga? Senang berfoya-foya harta. Apalagi jadi orang ke-empat, udah gaada ilmu agamanya, ngarep jadi kaya pula, bahkan ngarep nya hanya untuk bersenang-senang. Na'udzubillah.

Untuk mencapai semua yang kita mau pasti butuh usaha, dan yang paling utama juga tawakal kepada Allah. Dimana ada ikhtiar, pasti harus ada tawakal. Yuk, kita sama-sama merubah diri kita untuk jadi seorang muslim yang lebih baik. Dengan usaha agar ilmunya banyak dan bertawakal kepada Allah agar Allah senantiasa meridhai dan memberi kita rezeki. Wah, gak kebayang gimana bahagianya orang itu. Udah pinter, kaya, beragama pula! InsyaAllah itu kita di masa depan. Bahagia di dunia, bahagia juga di akhirat. Aamiin yaaRabb.

Oke, segitu dulu ya dari diriku ini *eak*. Semoga bisa mewujudkan harapannya masing-masing, deh! Aamiin :)

Wassalamu'alaikum.



-Firlibelia

0 comments:

Posting Komentar